Selasa, 07 Juni 2011
KORCAB QIRAATI DIY
Metode Qiraati DIY Tahun 2011
1. SDIT Bina Anak Sholeh Giwangan
2. SDIT Bina Anak Sholeh Kaliuang
3. SMPIT Bina Anak Sholeh
4. SMAIT Ittihadul Muhahidun
5. SDIT Salman Alfarisi Pogung
6. SDIT Salman Alfarisi Jetis
7. SDIT Alam Nurul Islam
8. SD Islam Al-Islam
9. MI. Sultan Agung
10. MI. Al-Muhsin
11. TPQ At-Taqwa Giwangan
12. TPQ Nurul Haq Gedong Kuning
13. TPQ Margo Hasanah Krapyak
14. TPQ Al-Gifari Kotagede
15. MD Al-Jihad
16. LPDQ Krapyak
17. LPDQ Sleman
18. LPIM
19. Komplek Q PP. Al-Munawwir
20. LPI AA
21. Asma Amanina
Minggu, 05 Juni 2011
PORTAL INFORMASI KORCAB QIRAATI DIY
DAFTAR PESERTA LULUS IMTAS Periode Rajab 1432H
Sabtu, 04 Juni 2011
DZIKIR PENENTRAM HATI
Dzikir setelah sholat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah s.a.w. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah sholat dari Ibnu Abbas beliau berkata "sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan sholat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah s.a.w.. Ibnu Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku mendengarnya.
Riwayat lain dari Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas mengatakan:"Aku mengetahui selesainya sholat Rasulullah dengan takbir".
Bagi imam ketika usai sholat disunnahkan membalikkan muka ke arah makmum. Demikian disebutkan riwayat sahih Bukhari dari Samurah bin Jundub:"Rasulullah s.aw. ketika selesai sholat beliau membalikkan mukanya ke arah kami". Hadist serupa dari rawi-rawi lain juga diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab sahihnya, Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Abu dawud dll.
Adapun bacaan-bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat sesuai riwayat Bukhari dan Muslim adalah sbb.:
1. سُبْحَانَ اللَّهِ x 33
2. الْحَمْدُ لِلَّهِ x 33
3. اللَّهُ أَكْبَرُ x 33
Dari Abu Hurairah: Suatu hari datanglah rombongan orang-orang fakir ke hadapan Rasulullah s.a.w. mereka mengeluh: "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah mendapatkan kemuliaan dan sorga dengan harta mereka. Mereka sholat seperti sholat kita, mereka puasa seperti puasa kita, mereka bersedekah tapi kami tidak, mereka memerdekakan budak dan kami tidak". Rasulullah s.a.w. pun menjawab: Maukah kalian ku ajari sesuatu yang dengan itu kalian bisa mengejar orang yang mendahului kalian dan meninggalkan orang-orang yang di belakang kalian dan tidak ada orang yang lebih utama dari kalian kecuali yang melakukan hal yang sama?
"Tentu Mau wahai Rasulullah"
"Kalian membaca tasbih, takbir dan tahmid sebanyak 33 kali setiap selesai sholat". (H.R. Bukhari Muslim dll). Riwayat lain dari Abu Hurairah menyebutkan 10 kali.
4.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
5. أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ x 3 lalu dilanjutkan dengan mambaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
(hadist riwayat Thauban dan A'isah r.a. menyebutkan dua redaksi tersebut".
6.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
Selain dzikir, setelah sholat juga disunnahkan berdoa. Imam Bukhari bahkan membuat satu bab dalam kitab sahihnya dengan judul "Berdoa setelah sholat".
Semoga bermanfaat.
Jumat, 11 Februari 2011
Pendidikan yang Tiada Henti
Ada kalimat bijak yang bisa menjadi gambaran tindakan berpahala tesebut.
Al Ilmu Bila 'Amalin Kassyajari Bila Asmarin
(ilmu yang tidak diamalkan, laksana pohon yang tidak mempunyai buah).
oleh karena itu, TPQ At-Ataqwa, dalam setiap kesempatan sebisa mungkin senantiasa melakukan pendampingan dan pendidikan kepada putra-putri binaan yang masih sangat membutuhkan pendampingan dan teladan.
Minggu, 23 Januari 2011
ABDUN SYAKURUN
Oleh karena itu setelah kita mencapai dunia, ingat pula tujuan hakiki hidup kita, yaitu kebahagiaan dua dimensi di dunia dan di akhirat. Inilah kebahagiaan sempurna yang diajarkan islam lewat nabinya Muhammad SAW.
Hadirin Sidang Jum’at Rahimakulloh,
Mari bersama kita kembali menyatukan visi kehidupan kita. Rahmat Alloh yang berhadiah surga bagi hamba yang taat, patut menjadi ultimate goal dari perjalanan karir hidup kita.
Dalam mencapai surga ALLOH tidak lah mudah, akan tetapi Alloh dengan Maha Kebijaksanaannya telah memberi informasi kepada calon penghuninya, jika ingin lulus seleksi untuk masuk tempat terhormat tersebut.
Dalam hadis qudsi Rosululloh memberi informasi berharga kepada kita perihal kriteria orang-orang yang menjadi nominasi penghuni surga:
قال رسول الله: وَأَهْلُ الْجَنةِّ ثلاثةٌ، ذُو سُلطانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفِّقٌ، وَرَجُلٌ رَحِيْمُ رَقِيْقُ اْلقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قَرْبِى وَمُسْلِمٍ، وَعَفِيْفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُوْ عِيَالٍ.
Penghuni surga ada tiga (3) golongan,
Pertama: yaitu orang yang memegang dan menggunakan kekuasaan dengan adil, dapat dipercaya dan bisa memberi petunjuk
كلكم راع وكلكم مسؤل عن راعيته
Golongan yang kedua adalah orang yang berbudi dan bermurah hati kepada sanak keluarganya dan setiap muslim.
Kepada para orang tua, hadis ini berpesan bagaimana kita bersikap sebagai satu kesatuan keluarga. Bahwa selain asupan nutrisi dan gizi yang baik bagi anak dan keluarga kita, yang tidak kalah penting adalah asupan ruhani yang mampu membentuk keluarga dan anak-anak kita menjadi insan kamil dan dicintai Alloh.
Kewajiban kita untuk menjamin kesejahteraan keluarga dan anak-anak kita di dunia. (al baqoroh ; 233)
dan kewajiban ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf.
Kewajiban kita juga menjamin keluarga dan anak-anak kita jauh dari siksa api neraka. Sebagaimana peringatan Alloh قوا انفسكم واهلكم نار
Pada kesempatan ini khotib titip pesan kepada hadirin, bahwa sebentar lagi bagi para orang tua mempunyai tugas dan peran yang penting dan berat terhadap pola perilaku anak.
Setelah jaminan atas keluarga kita, hal selanjutnya perilaku kita kepada tetangga, kaum muslimin seluruhnya.
Nilai kebersamaan dan persatuan ini yang mampu membuat khilafah Islam memegang kendali dunia. Namun ketika umat islam tidak mengindahkan dan lebih mementingkan diri sendiri masing-masing, maka umat Islam terpukul mundur bahkan terpuruk dan sibuk saling bertikai sesama muslim.
Ingat sabda nabi: لايؤمنُ احدُكم حتى يحبُ لاخِيهِ كما يُحب لِنفسهِ
Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya muslim sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Golongan ketiga yang menjadi nominasi penghuni surga adalah:
Orang-orang yang menjauhkan dirinya dari hal yang tidak baik.
Dalam arti bahwa dalam setiap langkah kita dalam hidup selalu berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah Rosululloh sebagai rambu-rambu jalan hidup.
Segala hal yang diperintahkan Alloh dalam al Qur’an merupakan titah tak terbantahkan dan dengan ihklas kita melaksanakannya.
Apa yang dianjurkan nabi dalam hadisnya menjadi petunjuk kebenaran langkah kita menjalani perikehidupan kita. Baik sebagai pribadi dan kesatuan keluarga, kesatuan sosial bermasyarakat.
قال رسول الله: من حسنِ اسلامِ المرءِ تركه مالا يعنيه.
Orang islam seharusnya menjadi umat yang aktif, efisien, dan efektif serta berprestasi.
ان الحلال بين وان الحرم بين، وبينهما امورٌ مشتبهاتٌ لايعلمُهُنَّ كثيرٌ من الناس
Sesungguhnya yang halal itu jelas, yang haram juga jelas, diantara kedua hal tersebut adalah Syubhat dan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga dari Syubhat maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya.
Senin, 06 September 2010
Ramadhan Yang Hendak Berlalu
Syukur alhamdulillah senantiasa tetap terlimpah kepada Allah SWT. atas nikmat Iman dan Islam yang masih dilekatkan pada hati dan sanubari kita. amin.
Sholawat serta salam semoga tetap terhatur kepada Junjungan Nabi kita Muhammad bin Abdullah SAW, atas jasa beliau kita melek agama, berkat jasa beliau kita tahu jalan yang benar menuju Ridho Allah SWT.
Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah sebagimana digambarkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Pada bulan Ramadhan Allah sendiri memproklamirkan pemilihan manusia berprestasi dengan derajat muttaqin. Allah juga menjamin amal dan ibadah yang terkhusus bagi sang Kholik. Nabi Muhammad menggambarkan lipatan amal dan ibadah pada bulan ini jika ditopang dengan pondasi ikhlas.
Karena istimewanya bulan Ramadhan, sehingga amalan puasa sebagai instrumen utama ibadah dalam bulan ini juga berlaku sangat khusus. Hal ini ditunjukkan dalam ayat perintah puasa yaitu Al-Baqoroh ayat 183. Di sana disebutkan bahwa yang berkewajiban berpuasa ramadhan adalah insan yang berkategori mukmin yaitu iman dan yakin bahwa tiada ilah yang hak disembah kecuali Allah. Kemudian diakhir ayat dijelaskan bahwa ultimate goal yang dituju adalah manusia istimewa yang berderajat Muttaqien.
Keimanan sebagai pondasi awal bagi perintah berpuasa kiranya sangat beralasan. Karena tidak layak bagi orang yang tidak beriman dengan baik dan benar mendapatkan keberkahan dan bonus-bonus langsung dari Allah pada bulan Ramadhan. Hal ini senada dengan peringatan Allah atas perbuatan dosa yang dinyatakan Allah tidak akan diampuni oleh-Nya jika tidak ditaubatkan dengan sebenarnya pertaubatan. Termaktub dalam surat an-Nisaa' ayat 48 dan 116. Dalam keterangan firman Allah ini jelas bahwa dosa syirik (menyekutukan Allah) adalah perbuatan dosa besar yang tidak terampuni oleh Allah.
Insan muttaqin sebagai ultimate goal juga mempunyai landasan logika yang sangat rasional. Karena hanya insan yang muttaqien yang mengetahui posisi dan porsi dimana dan seberapa hak dan kewajiban seorang hamba terhadap Tuhannya. Secara lebih luas orang muttaqien akan membawa keluhuran hidup bagi lingkungan, keluarga dan masyarakat bahkan negara sebagai kholofah di bumi yang sesuai ruh diturunkanna islam di muka bumi sebagai rahmatan lil 'alamin. Kenapa demikian?, karena sesuai dengan sabda nabi: bertakwalah kalian dimanapun engkau berada, setelah itu segala amal buruk atau kontra produktif segera tutupi dengan perbuatan yang berkarya nyata baik kebaikan dan kemaslahan. Setelah itu sempurnakan interkoneksi dan komunikasi sesama manusia untuk bersama saling berwasiat dan kebaikan dan kesabaran.
Sebagai bekal di penghujung Ramadhan tahun 1431 H, maka beberapa prinsip ini paling tidak dapat menambah kesempurnaan ibadah kita, yaitu:
1. Jauhkan perbuatan syirik dari kehidupan kita,
2. Berakhkal karimah kepada Tuhan dan sesama,
3. Menjaga pondasi iklas beribadah karena Allah semata,
4. Ingat eksistensi kita didunia dan diakherat yang harus seimbang.
Semoga bermanfaat.